Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
FeaturedNasional

KPI Bersama UNUSIA Dan PMII Gelar Sosialisasi Hasil Pengawasan Televisi & Radio dengan tema “Merawat Persatuan Melalui Penyiaran Yang Sehat Dan Berkualitas”

7
×

KPI Bersama UNUSIA Dan PMII Gelar Sosialisasi Hasil Pengawasan Televisi & Radio dengan tema “Merawat Persatuan Melalui Penyiaran Yang Sehat Dan Berkualitas”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pilarnkri.com

 

Example 300x600

Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersama UNUSIA dan PMII mengadakan Sosialiasi Hasil Pengawasan Televisi & Radio dengan tema “Merawat Persatuan Melalui Penyiaran Yang Sehat Dan Berkulaitas” di Kampus UNUSIA Jakarta pada hari Kamis, 24 Sepetember 2025.

Sekjen PB PMII M Irkham Tamrin, saat ditemui awak media online mengatakan ; “Kita ini sekarang dalam dunia algoritma dimana dalam banyak hal kita dituntun bahkan dipengaruhi oleh algoritma. Karenanya dunia algoritma kita perlu pengawasan. Kalau pembatasan tidak bisa sepenuhnya dilaksanakan tapi perlu pengawasan. Karena kita tau sendiri beberapa bulan yang lalu dunia digital kita sangat tidak aman dan tidak nyaman bagi kita semua khususnya generasi muda.

Saya berharap betul kepada komisi 1 DPR RI dan KPI ada deregulasi untuk mengawasi ruang digital Kita. Semangat kita sama- sama untuk menjaga persatuan terkait dengan regulasi untuk pengawasan ruang digital.

Saya kira pengawasan di ruang digital sangat penting sekali sekarang banyak dengan pikiran pikiran dipengaruhi oleh algoritma. Bahkan banyak kebijakan kebijakan juga dipengaruhi oleh algoritma. Terkadang aksi massa ribuan orang kalah dengan satu konten Fyp atau singkatan dari singkatan dari For You Page. Yang memungkinkan video mendapatkan eksposur luas bahkan dari kreator yang tidak memiliki banyak pengikut.

Ini memperlihatkan pentingnya juga kita aktif di media sosial dan pentingnya pengawasan di ruang media sosial.

Memang penting kerjasama dengan berbagai pihak untuk menciptakan ruang nyaman di ruang digital. Banyak ruang kehidupan kita terpantau oleh media sosial.
Pemerintah lewat Komdigi perlu turun tangan untuk menyikapi dampak negatif yang ditimbulkan oleh ruang media sosial.

Kita juga seringkali menyaksikan suguhan flexing atau perilaku memamerkan kekayaan, gaya hidup mewah, atau pencapaian di media sosial untuk mendapatkan perhatian, validasi, atau pengakuan dari orang lain. Yang harus kita tampilkan adalah sesuatu yang menyejukkan atau memberikan edukasi, sebutnya.

Jangan memperkeruh suasana tetapi memberikan semangat kepada pemuda atau warga di ruang ruang digital. Apalagi lapangan kerja sulit dan banyak PHK dimana mana perlu disikapi dengan baik,” tutupnya

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *