Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

KOWANI Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Bersama Mengusung Tempe Indonesia Menuju UNESCO

10
×

KOWANI Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Bersama Mengusung Tempe Indonesia Menuju UNESCO

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KOWANI Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Bersama Mengusung Tempe Indonesia Menuju UNESCO

 

Example 300x600

 

Jakarta, 28 Juli 2026 —

 

Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menegaskan komitmennya untuk membersamai dan mendukung Panitia Pengusung Tempe Indonesia menuju UNESCO sebagai bagian dari ikhtiar bersama melestarikan pengetahuan, budaya, dan kearifan lokal bangsa. Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan nilai tambah pangan lokal Indonesia di tingkat internasional sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum KOWANI, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., dalam rangkaian Kick-Off Gerakan Nasional Festival Panen Raya KOWANI untuk Penguatan Ketahanan Pangan Nasional melalui Seminar Nasional yang diselenggarakan secara hibrida di Jakarta.

“KOWANI siap membersamai Panitia Pengusung Tempe Indonesia menuju UNESCO melalui peran, kapasitas, jejaring, dan semangat kolaborasi yang kami miliki. Kami meyakini bahwa tempe bukan sekadar pangan tradisional, tetapi merupakan pengetahuan, budaya, inovasi, dan kearifan bangsa Indonesia yang patut dijaga, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat dunia sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku,” ujar Ny. Nannie Hadi Tjahjanto.

Sebagai federasi organisasi perempuan terbesar di Indonesia, KOWANI memandang bahwa dukungan terhadap pengusulan Tempe Indonesia menuju UNESCO selaras dengan misi organisasi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan perempuan, diversifikasi dan hilirisasi pangan lokal, penguatan koperasi dan UMKM, serta peningkatan kesejahteraan petani, perajin tempe, dan pelaku usaha pangan.

Momentum seminar nasional ini juga menjadi wadah memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah, DPR RI, akademisi, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi profesi, koperasi, UMKM, petani, nelayan, organisasi perempuan, komunitas, media, dan seluruh elemen masyarakat melalui semangat kolaborasi Pentahelix, Hexahelix, dan Octahelix dalam membangun ekosistem pangan lokal yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, KOWANI menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh narasumber yang telah memberikan pemikiran strategis dan kontribusi nyata dalam Seminar Nasional.

“Atas nama Dewan Pimpinan Pusat Kongres Wanita Indonesia, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh narasumber yang telah berkenan berbagi ilmu, pengalaman, gagasan, dan rekomendasi strategis. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kehormatan sekaligus energi besar bagi KOWANI dalam membangun gerakan nasional yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Ketua Umum KOWANI.

Penghargaan tersebut diberikan kepada:

* Dr. Ir. Haryadi B. Sukamdani, M.M., Ketua Umum BPP PHRI;
* Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, Ketua Umum Forum Tempe Indonesia;
* Fathurrahman Mahfudz, Ketua Umum PB STII sekaligus Ketua Pembina Bina Srikandi Tani Indonesia;
* Widiastuti, S.E., M.Si., Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia;
* Ny. Atiek Sarjana, Ketua I KOWANI.

KOWANI meyakini bahwa berbagai gagasan, pengalaman, dan rekomendasi yang disampaikan para narasumber menjadi masukan yang sangat berharga dalam merumuskan strategi pembangunan ketahanan pangan nasional yang inklusif, adaptif, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, KOWANI akan terus memperkuat berbagai program strategis melalui edukasi, kampanye pangan lokal, promosi konsumsi pangan bergizi berbasis sumber daya lokal, penguatan kapasitas perempuan, pengembangan kewirausahaan, serta kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi dengan berbagai program organisasi.

Menjelang peringatan 100 Tahun KOWANI (1928–2028), organisasi ini juga terus memperkuat kaderisasi dan estafet kepemimpinan perempuan Indonesia sebagai fondasi memasuki Abad Kedua Perjuangan dan Peradaban Perempuan Indonesia, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan 1.000 Profesi, 1.000 Sertifikasi, dan 1.000 Solusi, yang bertujuan memperluas akses perempuan terhadap peningkatan kompetensi, profesionalisme, sertifikasi, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi perempuan, keluarga, dan masyarakat. Gerakan ini merupakan kontribusi nyata KOWANI dalam mendukung percepatan implementasi Asta Cita, pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta pelaksanaan prinsip-prinsip CEDAW.

Selain itu, KOWANI juga terus mengembangkan program KOWANI Goes to UNESCO – Memory of the World sebagai ikhtiar mendokumentasikan, melestarikan, dan memperkenalkan sejarah perjuangan perempuan Indonesia kepada masyarakat dunia sesuai ketentuan UNESCO.

Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi nasional, KOWANI berharap dukungan terhadap pengusulan Tempe Indonesia menuju UNESCO semakin memperkuat pengakuan dunia terhadap warisan pengetahuan dan budaya Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan, program, dan kerja sama yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *