Pilarnkri.com
Jakarta, – Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa, menegaskan bahwa kebangkitan koperasi merupakan momentum strategis untuk membuka ruang ekonomi baru bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VIII Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) Tahun 2026 yang mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Maju Menuju Ekonomi Kerakyatan.” (29/7/2026) Swiss Bell Hotel, Cawang Jakarta.
Dalam wawancara dengan awak media, Joao Angelo menilai koperasi memiliki peran penting sebagai wadah bagi anak muda untuk berkarya, berinovasi, dan menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi nasional.
“Koperasi Merah Putih hadir untuk mengisi ruang-ruang ekonomi yang selama ini belum banyak dimanfaatkan oleh generasi muda. Koperasi akan menjadi patron bagi anak-anak muda untuk membangun ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Menurut Joao, perjalanan koperasi di Indonesia sempat mengalami tantangan besar sejak era reformasi ekonomi pasca kesepakatan dengan IMF pada 1998. Namun kini, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap kebangkitan koperasi sebagai amanat konstitusi.
“Koperasi Merah Putih merupakan wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi. Hari ini pemerintah menunjukkan keberpihakan yang tegas untuk menghidupkan kembali ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan dan semangat gotong royong,” katanya.
Joao juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengubah cara pandang terhadap koperasi. Menurutnya, koperasi modern bukan hanya lembaga simpan pinjam, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu membebaskan anak muda untuk berkembang melalui inovasi dan kewirausahaan.
“Kita harus bersama-sama mempromosikan koperasi yang modern. Generasi muda perlu memahami bahwa koperasi adalah alat pembebasan ekonomi, ruang yang luas untuk berkarya, berkreasi, dan membangun masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa strategi pengembangan koperasi ke depan akan berfokus pada transformasi digital. Melalui pemanfaatan marketplace dan e-commerce, koperasi dapat menjadi jembatan bagi pelaku UMKM dan masyarakat desa untuk memasarkan produknya secara lebih luas.
“Digitalisasi menjadi strategi utama. Marketplace dan e-commerce akan menjadi ruang bagi masyarakat desa dan pelaku UMKM untuk mempromosikan produk-produk mereka, sehingga mampu terhubung dengan pasar di daerah lain bahkan pasar global,” jelasnya.
Rakernas VIII AMKI 2026 diharapkan menjadi tonggak penguatan peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda, koperasi diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.



















