Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
APOLEKSOSBUDEkonomi

Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) Gelar Rapat Kerja Nasional VIII Tahun 2026 Di Jakarta, Bertema “Koperasi Maju, Indonesia Maju Menuju Ekonomi Kerakyatan “

1777
×

Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) Gelar Rapat Kerja Nasional VIII Tahun 2026 Di Jakarta, Bertema “Koperasi Maju, Indonesia Maju Menuju Ekonomi Kerakyatan “

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pilarnkri.com

 

Example 300x600

Jakarta,- Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VIII Tahun 2026, pada hari Rabu (29/7/2026) bertempat Swiss Bell Hotel Cawang Jakarta,dengan mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Maju Menuju Ekonomi Kerakyatan.” Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat.

Ketua Umum AMKI, Frans Penggabean, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak berdiri pada tahun 2020, AMKI terus berkomitmen mengabdikan diri kepada masyarakat melalui berbagai program sosialisasi, edukasi, serta penguatan gerakan koperasi di seluruh Indonesia.

“Selama kurang lebih enam tahun berdiri, AMKI telah melakukan berbagai pengabdian kepada masyarakat. Fokus kami adalah membangun kesadaran bahwa koperasi merupakan instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat ekonomi nasional,” ujar Frans.

Menurutnya, selama bertahun-tahun koperasi belum memperoleh tempat yang semestinya di tengah masyarakat. Bahkan, masih banyak yang memandang koperasi hanya sebagai lembaga ekonomi tradisional yang kurang berkembang. Namun, kondisi tersebut kini mulai berubah.

“Kami merasa bersyukur karena saat ini koperasi mendapat perhatian dan keberpihakan yang nyata dari pemerintah. Kehadiran Menteri Koperasi serta berbagai kebijakan strategis menunjukkan bahwa koperasi kini menjadi salah satu prioritas pembangunan ekonomi Indonesia,” katanya.

Frans juga mengapresiasi lahirnya berbagai program strategis nasional, khususnya pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dinilai menjadi tonggak kebangkitan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa.

Dalam kesempatan tersebut, AMKI juga memperkenalkan jajaran pakar dan tokoh yang akan memperkuat organisasi dalam merumuskan berbagai terobosan baru demi kemajuan koperasi Indonesia.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang kuat dengan para akademisi, praktisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Kehadiran para pakar akan memperkuat gagasan serta melahirkan inovasi agar koperasi mampu menjawab tantangan zaman dan mengikuti perkembangan ekonomi modern,” jelasnya.

Frans menegaskan bahwa AMKI sengaja menghadirkan berbagai narasumber yang kritis terhadap perkembangan koperasi agar lahir diskusi yang konstruktif serta menghasilkan rekomendasi nyata bagi pemerintah dan gerakan koperasi nasional.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang terintegrasi antara koperasi dengan berbagai program prioritas nasional, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, sinergi tersebut akan menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat kebangkitan ekonomi berbasis koperasi.

“Kita harus mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat sehingga mereka memahami bahwa seluruh program ini merupakan bagian dari sebuah ekosistem besar untuk membangun kesejahteraan rakyat. Jika seluruh elemen bergerak bersama, maka koperasi akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan Indonesia,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Frans berharap Rakernas VIII AMKI menjadi momentum lahirnya berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat peran koperasi dalam mendukung visi Indonesia maju.

“Mudah-mudahan apa yang kita kerjakan hari ini menjadi berkah, membawa manfaat bagi masyarakat, serta menjadi langkah nyata untuk memajukan koperasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera,” pungkasnya.

Joa Angelo De Sausa: Koperasi Merah Putih Jadi Patron Generasi Muda Bangun Ekonomi Kerakyatan Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam wawancara dengan awak media, Joa Angelo menilai koperasi memiliki peran penting sebagai wadah bagi anak muda untuk berkarya, berinovasi, dan menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi nasional.

“Koperasi Merah Putih hadir untuk mengisi ruang-ruang ekonomi yang selama ini belum banyak dimanfaatkan oleh generasi muda. Koperasi akan menjadi patron bagi anak-anak muda untuk membangun ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurut Joa, perjalanan koperasi di Indonesia sempat mengalami tantangan besar sejak era reformasi ekonomi pasca kesepakatan dengan IMF pada 1998. Namun kini, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap kebangkitan koperasi sebagai amanat konstitusi.

“Koperasi Merah Putih merupakan wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi. Hari ini pemerintah menunjukkan keberpihakan yang tegas untuk menghidupkan kembali ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan dan semangat gotong royong,” katanya.

Joa juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengubah cara pandang terhadap koperasi. Menurutnya, koperasi modern bukan hanya lembaga simpan pinjam, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu membebaskan anak muda untuk berkembang melalui inovasi dan kewirausahaan.

“Kita harus bersama-sama mempromosikan koperasi yang modern. Generasi muda perlu memahami bahwa koperasi adalah alat pembebasan ekonomi, ruang yang luas untuk berkarya, berkreasi, dan membangun masa depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa strategi pengembangan koperasi ke depan akan berfokus pada transformasi digital. Melalui pemanfaatan marketplace dan e-commerce, koperasi dapat menjadi jembatan bagi pelaku UMKM dan masyarakat desa untuk memasarkan produknya secara lebih luas.

“Digitalisasi menjadi strategi utama. Marketplace dan e-commerce akan menjadi ruang bagi masyarakat desa dan pelaku UMKM untuk mempromosikan produk-produk mereka, sehingga mampu terhubung dengan pasar di daerah lain bahkan pasar global,” jelasnya.

Rakernas VIII AMKI 2026 diharapkan menjadi tonggak penguatan peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda, koperasi diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *