Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

KOWANI Dukung Asta Cita, Perempuan Didorong Jadi Pelaku Utama Pembangunan Bangsa

4911
×

KOWANI Dukung Asta Cita, Perempuan Didorong Jadi Pelaku Utama Pembangunan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

HUT ke-81 Kemerdekaan, KOWANI Dorong Perempuan Perkuat Keluarga dan Generasi Masa Depan

 

Example 300x600

KOWANI Dukung Asta Cita, Perempuan Didorong Jadi Pelaku Utama Pembangunan Bangsa

 

 

Jakarta, Pilarnkri.com

 

Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar berbagai kegiatan di Kantor Pusat KOWANI, Jalan Imam Bonjol No. 58, Jakarta, Senin (17/8/2026). Rangkaian kegiatan diawali dengan mengikuti upacara bendera peringatan HUT ke-81 RI melalui siaran langsung dari Istana Negara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan khas kemerdekaan, senam bersama dan line dance yang diikuti jajaran pengurus serta anggota KOWANI.

Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029, Nannie Hadi Tjanjanto, mengatakan peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga menjadi pengingat bagi perempuan Indonesia untuk terus mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

“Sekarang bagaimana perempuan-perempuan harus lebih menjadi pilar bangsa, melahirkan generasi penerus yang bisa mengisi Indonesia di masa depan,” ujar Nannie.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi penerus. Karena itu, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata perempuan di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi hingga perlindungan generasi muda.

Nannie menegaskan, KOWANI berkomitmen menyelaraskan program organisasi dengan agenda pembangunan pemerintah dan turut mendukung pencapaian Asta Cita. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk penguatan ketahanan pangan, pencegahan stunting, pemberantasan narkoba, pencegahan kekerasan, peningkatan kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan dan penguatan ekonomi.

“KOWANI hanya menerjemahkan apa yang menjadi program pemerintah. Keberadaan perempuan harus bisa ikut mewujudkan tercapainya Asta Cita program pemerintah,” katanya.

Komitmen tersebut diperkuat oleh jaringan KOWANI yang menaungi 129 organisasi perempuan dengan struktur dan jaringan hingga tingkat akar rumput. Jaringan ini menjadi modal penting untuk memperluas kontribusi perempuan sekaligus memastikan berbagai program dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Semarak Kemerdekaan dan Kebersamaan

Semarak Kemerdekaan KOWANI juga menjadi ruang untuk memw2wwwwwwwwwwwqqqqqqw pererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antaranggota. Berbagai lomba khas kemerdekaan digelar, mulai dari makan kerupuk, permainan bola tenis di kepala, balap kelereng, memasukkan kelereng ke dalam botol, joget balon, lomba memakai daster dan makeup, hingga menghias tumpeng merah putih.

Sejumlah permainan kelompok turut memeriahkan acara, seperti serok camilan, baris-berbaris dengan mata tertutup, memindahkan gundu menggunakan sumpit, serta memasukkan bola pingpong ke dalam gelas.

KOWANI juga menghadirkan senam bersama dan line dance secara gratis. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut sekaligus mendorong pola hidup aktif dan sehat bagi para peserta.

Perempuan sebagai Pelaku Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

“KOWANI mendorong agar berbagai kebijakan pembangunan dapat diimplementasikan secara inklusif dengan memperhatikan kebutuhan perempuan dan keluarga di berbagai daerah,” jelas Nannie. Menurut Ketum KOWANI, sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, dunia usaha, masyarakat dan keluarga menjadi penting agar kebijakan pembangunan dapat memberikan manfaat yang nyata.

“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku pembangunan. KOWANI siap menjadi mitra pemerintah dalam mengawal kebijakan yang memperkuat perempuan, keluarga, dan masyarakat,” katanya.

Nannie memaparkan , komitmen tersebut juga sejalan dengan perhatian KOWANI terhadap penguatan UMKM dan ekonomi masyarakat. Hal ini menjadi semakin relevan dengan kebijakan pemerintah melalui PP Nomor 20 Tahun 2026 yang didalamnya berisi tentang Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan, termasuk pengaturan PPh Final bagi UMKM.

KOWANI memandang penguatan UMKM dan ekonomi keluarga sebagai salah satu ruang strategis bagi perempuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Dorong Penyempurnaan Program MBG

KOWANI juga menyatakan kesiapan memberikan kontribusi dalam mendukung sekaligus menyempurnakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Nannie, aspek keamanan dan kualitas makanan perlu menjadi perhatian bersama untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada anak-anak penerima manfaat. KOWANI melihat perempuan dan organisasi perempuan memiliki ruang untuk ikut memberikan edukasi serta masukan dalam memastikan makanan yang diberikan kepada anak aman, bergizi dan dikonsumsi dalam kondisi yang layak.

“Kami hadir untuk memberikan solusi bagaimana supaya tidak terjadi hal-hal seperti yang pernah terjadi. Ada hal-hal yang bisa kami sampaikan, termasuk bagaimana makanan harus segera dikonsumsi dan tidak dibiarkan terlalu lama,” jelasnya.

Menurutnya, upaya memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG juga dapat melibatkan berbagai pihak, termasuk kantin sekolah dan elemen masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, pelaksanaan MBG diharapkan tidak hanya memenuhi aspek pemenuhan gizi, tetapi juga memperhatikan standar keamanan dan kualitas pangan.

KOWANI berencana menyampaikan berbagai masukan tersebut kepada pemerintah agar pelaksanaan MBG dapat semakin baik dan memberikan manfaat optimal bagi anak-anak Indonesia.

Dorong Tempe Menuju UNESCO

KOWANI juga terus mendorong penguatan pangan lokal, salah satunya melalui gerakan memperkenalkan tempe sebagai bagian dari kekayaan budaya sekaligus ketahanan pangan Indonesia.

Menurut Nannie, tempe memiliki nilai strategis karena tidak hanya dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, tetapi juga memiliki potensi kesehatan dan ekonomi bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

“Tempe ini khas Indonesia. Kami berharap tempe mendapatkan pengakuan dari UNESCO menjadi warisan budaya takbenda Indonesia,” ujarnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari visi KOWANI menuju usia 100 tahun. Selain mendorong tempe memperoleh pengakuan UNESCO, KOWANI juga berupaya agar perjalanan dan kontribusi perempuan Indonesia dapat memperoleh pengakuan melalui program Memory of the World UNESCO.

Perempuan sebagai Pilar Generasi Masa Depan

Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Nannie mengajak perempuan Indonesia untuk terus menjaga kesehatan, keluarga, dan persatuan bangsa. Menurutnya, kualitas generasi penerus sangat ditentukan oleh peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

“Perempuan adalah yang melahirkan pemimpin-pemimpin ke depan. Maka mari kita jaga keutuhan dan kesehatan kita, supaya kita semua dapat melahirkan anak-anak bangsa dan pemimpin masa depan Indonesia,” pungkas Nannie.

Melalui Semarak Kemerdekaan Bersama KOWANI, peringatan HUT ke-81 RI diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, kesehatan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, serta peran strategis perempuan dalam mengisi kemerdekaan dan membangun Indonesia.

Dengan jaringan 129 organisasi perempuan yang dimiliki, KOWANI menegaskan kesiapan untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong program-program yang berpihak pada perempuan, keluarga, generasi muda, kesehatan, ketahanan pangan dan penguatan ekonomi nasional.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *