Pilarnkri.com
Jakarta – Peluncuran dan Bedah Buku HAJI: Dari Pemurnian Misi Kenabian ke Revolusi Kebangkitan karya KH. Fahmi Salim, Lc., MA., dinilai bukan sekadar momentum peluncuran sebuah karya intelektual, tetapi juga menjadi ruang untuk membicarakan persoalan dan masa depan kaum muslimin.
Hal tersebut disampaikan Dr. Elly Warti Maliki dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku HAJI: Dari Pemurnian Misi Kenabian ke Revolusi Kebangkitan. Ia berharap gagasan besar yang dituangkan KH. Fahmi Salim dalam buku tersebut pada suatu saat dapat menemukan momentum dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
“Sudah disediakan waktu, nanti kita tidak menyadari bahwa kita perlu bertemu di tempat ini untuk membicarakan persoalan kaum muslimin,” ujar Dr. Elly.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting untuk menyimak sekaligus mendiskusikan gagasan yang dituangkan dalam buku karya KH. Fahmi Salim. Ia berharap ide-ide besar yang terkandung di dalamnya tidak berhenti sebagai wacana, tetapi suatu hari dapat menemukan momentum untuk diwujudkan.
“Semoga gagasan besar yang tertuang dalam buku ini suatu saat menemukan momentumnya. Niat itu ada dalam buku ini. Sangat berharap ide ini nanti suatu waktu menemukan momentumnya. Amin ya Rabbal Alamin,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Elly juga menyampaikan pandangannya mengenai sosok KH. Fahmi Salim. Ia menilai KH. Fahmi Salim merupakan seorang tokoh yang memiliki visi kuat dan konsisten menuangkan gagasan melalui berbagai karya.
Menurutnya, karakter pemikiran KH. Fahmi Salim dapat dilihat dari buku-buku yang telah ditulis maupun berbagai materi yang disampaikannya melalui platform digital.
“Menurut saya, beliau ini seorang yang sangat visioner. Kita bisa melihat dari buku-bukunya, bisa juga dari YouTube dan video-video yang bertebaran,” ungkapnya.
Dr. Elly menilai KH. Fahmi Salim memiliki karakter yang berbeda dalam menyampaikan gagasan kepada masyarakat. Ia bahkan menyebutnya sebagai sosok yang cukup unik di tengah perkembangan zaman.
“Kalau boleh dengan bahasa yang sedikit berbeda, beliau ini makhluk langka di era yang sangat unik,” ujarnya.
Menurut Dr. Elly ketika sebagian orang lebih banyak mengejar perhatian dan tampil di ruang publik, KH. Fahmi Salim justru menunjukkan konsistensinya melalui gagasan dan karya yang ditulis.
Ia melihat produktivitas intelektual tersebut sebagai sesuatu yang patut diapresiasi, terlebih ketika karya tersebut diarahkan untuk membicarakan persoalan umat dan menawarkan perspektif mengenai kebangkitan.
Karena itu, Dr. Elly memberikan apresiasi sekaligus dorongan kepada KH. Fahmi Salim agar terus berkarya dan menghadirkan gagasan-gagasan yang dapat dibaca serta direnungkan oleh masyarakat.
“Sekali lagi, selamat KH. Fahmi Salim, Lc., MA. Teruslah berkarya untuk umat,” tuturnya.
Ia berharap karya dan pemikiran KH. Fahmi Salim dapat terus berkembang serta mendapatkan ruang yang lebih luas di tengah masyarakat. Baginya, gagasan yang baik membutuhkan momentum agar dapat memberikan dampak yang lebih besar.
“Umat telah berdiri menunggu,” pungkas Dr. Elly.
Peluncuran dan Bedah Buku HAJI: Dari Pemurnian Misi Kenabian ke Revolusi Kebangkitan pun menjadi momentum untuk memperluas pembahasan mengenai makna haji, misi kenabian, serta gagasan kebangkitan umat yang ditawarkan melalui karya KH. Fahmi Salim.



















