Mari Berkenalan dengan Kopi Mas Ganteng

0
88

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Senin, (24/06/2019) bertempat di Ruang Pola Kantor Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, di sela-sela acara Pembinaan Kewirausahaan Kecamatan Cilincing yang diselenggarakan oleh Sudin Koperasi dan UKM Kota Administrasi Jakarta Utara kami menemui seorang pemuda ganteng yang bernama M. Akbar Rafsanzani. Maka tak salahlah jika ia menamai usaha nya dengan nama “Kopi Mas Ganteng”.

Akbar lulusan tahun 2017 Jurusan Sarjana Elektronik UTA 45 (Universitas Tujuh belas Agustus 1945) Sunter, Jakarta Utara. Ia adalah pendiri sekaligus pemilik “Kopi Mas Ganteng”. Ia tamat dari SD Negeri 10 Cilincing, SMP Negeri 244, SMK Negeri 4 Jakarta Utara Jurusan Elektronik Industri.

Sejak lulus SMK ia langsung bekerja. Selama 7 tahun pekerjaan itu ia tekuni di perusahaan multinasional dalam hal pembuatan dan perawatan evelator dan escalator. Saat itulah merupakan kesempatannya bertandang dari mall ke mall. Dalam pengamatannya banyak coffe shop tetapi harganya cukup mahal pikirnya dalam hati. Hal itu membuatnya tertarik untuk datang dari satu coffee shop ke coffe shop termasuk memperhatikan coffé shop yang ada di jalan-jalan menjadi tongkrongan anak-anak, namun harganya murah dengan harga kopi tubruk kisaran Rp. 18.000.- sampai dengan Rp. 20.000.- ini termasuk harga yang eksklusif pikirnya.

Pertengahan tahun 2018 Akbar lalu belajar bagaimana membuat kopi dari youtube dan teman barista (orang yang bekerja membuat kopi di balik bar). Akbar diajarkan bagaimana membuat kopi oleh teman-temanya yang berprofesi sebagai barista, Karena pada prinsip nya kopi di ciptakan ada 2 ; Enak dan Enak Banget.

Pendidikan barista saat ini tergolong masih mahal. Akbar belajar membuat kopi secara otodidak dan mulai mempraktikan dengan membeli peralatan dan meracik kopi itu sendiri.
Akbar yang penggemar olahraga lari ternyata mengkaitkan kopi dengan kesehatan dan olahraga. Ternyata usai olahraga lari tubuh membutuh recovery. Akbar berolahraga lari minimal 5 km – 10 km bahkan sampai ultra di atas 50 km dan jelas tubuhnya membutuhkan recovery yang sangat cepat. Dan ternyata untuk recovery tubuh itu ada di kandungan coffe yaitu yang terkandung di dalam kafein, kafein itu sendiri untuk menstimulus tubuh selain membuat tidak mengantuk serta untuk merecovery otot secara cepat. Sel-sel otot yang rusak tergantikan dengan cepat dan itu dapat terjadi jika minum kopi sesuai kebutuhan.

Menurut Akbar tentang keberadaan kopi saset. “Kalau kopi diminum dengan memakai gula maka rasa asli kopi akan tidak ada dan gula itu salah satu penyebab diabetes” tandasnya.

Tahun 2018 Akbar mendesign gerobak sendiri lalu motor Vixion ditempel gerobak yang dimodif. Untuk design meja, suspen gerobak dibuat dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp. 3,5 juta karena bahannya dari furniture.
Januari 2019 Akbar sudah beroperasi berkeliling dan menjajakan “Kopi Mas Ganteng” dengan harga dibandrol Rp. 10.000.- per gelas.

Dalam berdagang, Akbar memulai dari green bean yaitu bahan biji kopi seteng jadi yang diambil dari petani kemudian di roasting/dimasak sesuai tingkat yang di inginkan, lalu di grinding (menggiling), semua itu dilakukan agar menekan biaya operasi yang lebih murah.

Penyajian kopi pun harus diperhatikan, Setelah biji kopi digrinding/ dihaluskan. kopi segar bertahan dalam waktu 2 minggu, kemudian disajikan dalam keadaan segar saat itu juga.

Menurut Akbar, “Saya kurang setuju dengan kopi saset karena sudah dicampur bahan kimia pengawet, selain itu kita tidak tahu proses bagaimana dan kompoisisi apa yang terkandung di dalamnya sehingga bukan kopi saja. Kalau kopi ya kopi saja,” tandasnya bersemangat.

Ada pemikiran usaha “Kopi Mas Ganteng” dijadikan waralaba untuk masa-masa yang akan datang. Hanya saja ia berpikir harus diperhatikan keberadaan “Kopi Mas Ganteng di dalam satu kota berapa banyak. Harus dipikirkan juga pendapatan yang mau mengambil usaha waralaba “Kopi Mas Ganteng”. Jangan ada dalam satu wilayah kabupaten / kotamadya kopi yang sama karena efek pada penjual. Idealnya satu kotamadya / kabupaten satu “Kopi Mas Ganteng” di seluruh Indonesia.

“Di Jakarta belum ada yang lain hanya milik saya, jika jarak per km per kabupaten / kotamadya monggo dan hal ini sedang dibuat sistem oleh saya,” katanya lagi.

Akbar sudah fokus setengah tahun dalam usahanya dan dia juga yakin pendapatan dark usaha kopi akan berkembang pesat dengan adanya banyak penggemar kopi sejati.

Saran untuk Koperasi UKM bagus sekali karena pembinaan kewirausahaan menjangkau pelaku usaha dari bawah hingga pembeli di fasilitasi pemerintah sampai mendapat kan konsumen sendiri. Tidak tahun ini saja bahkan ke depan bahkan jika punya relasi keluar negeri ya kita akan coba peluang itu.

“Saran saya dengan segala keterbatasan jika ada niat dalam hati para wiraswasta bisa dipinjamkan modal dari bank. Harus dilihat hasil usaha dulu minimal untuk usaha untuk backgroundnya sudah ada menunjukkan bahwa kita serius.

Pemerintah harus ambil andil untuk permodalan serta melakukan pelatihan dan pembinaan di bidang manajemennya.
Kita sendiri harus berusaha memulai usaha, jangan menunggu modal, tetapi berusaha dulu baru cari modal dan memulai” pungkasnya.

(Johan Sopaheluwakan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here