Pangan Murah di Cilincing Berseri Diminati Warga

0
53

 

Jakarta, Gramediapost.com

Ribuan warga silih berganti mendatangi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cilincing Berseri, Jakarta Utara. Kedatangannya kali ini untuk berbelanja Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (6/7).

Pantauan, warga mulai mendatangi RPTRA tersebut sejak Pukul 06.00 WIB. Hingga saat ini, antrean masih mengular, baik di dalam maupun di luar RPTRA.

Lurah Cilincing, Sugiman mengatakan, terdapat 1.800 paket pangan murah yang tersedia. Di antaranya lima kilogram beras seharga Rp 30 ribu, satu tray telur ayam seharga Rp 10 ribu, satu kilogram ikan kembung seharga Rp 13 ribu, satu kilogram daging sapi seharga Rp 35 ribu, satu ekor daging ayam seharga Rp 8 ribu, dan satu karton susu UHT seharga Rp 30 ribu.

“Hari ini, di sini ada pangan murah. Pangan ini bersubsidi sehingga harganya lebih murah,” kata Sugiman, saat ditemui di RPTRA Cilincing Berseri, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (6/7).

Syarat dan ketentuan, dijelaskannya pembeli hanya untuk warga pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Pekerja, Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Pekerja Harian Lepas (PHL), Penyedia Jasa Lainnya orang Perorangan (PJLP) setara Upah Minimum Provinsi (UMP), Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), dan Penghuni Rusun Pemerintah Daerah.

Tak hanya dari warga Kelurahan Cilincing saja, Pangan Murah tersebut dibukan untuk warga kelurahan sekitarnya. Mulai dari Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Semper Timur, hingga Marunda.

“Harapannya Pemerintah Provinsi semakin sering menggelar Pangan Murah ini sesering mungkin. Sebab banyak warga yang membutuhkannya,” jelasnya.

Seorang warga, Trisnasih (38) mengungkapkan Pangan Murah ini sangat bermanfaat baginya yang berkesempatan memiliki KJP Plus milik anaknya, Hendra (9). Kali ini, dirinya membeli seluruh paket termasuk susu untuk menambah gizi anaknya agar sehat dalam menempuh pendidikan.

“Ya Alhamdulillah ada Pangan Murah seperti ini. Harganya lebih murah bisa lebih hemat pengeluaran,” tutupnya.

(Johan Sopaheluwakan/Sarwini)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here