Pilarnkri.com
Jakarta,- Emiten solusi energi terbarukan, PT Green Power Group Tbk (Perseroan; Kode Saham: LABA), hari ini sukses menyelenggarakan Paparan Publik (Public Expose) Tahunan di Jakarta. Langkah strategis Perseroan dalam memperluas ekosistem energi ramah lingkungan mulai membuahkan hasil signifikan, yang tercermin dari pertumbuhan pos pendapatan bersih dan lonjakan laba bersih pada periode berjalan.
Melalui transisi lini bisnis dari manufaktur baja tradisional ke sektor baterai dan infrastruktur energi terbarukan, LABA berhasil menorehkan performa keuangan kuartal pertama (Q1) 2026 yang impresif dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (YoY):
- Lonjakan Laba Bersih: Perseroan membukukan peningkatan laba bersih tahun berjalan yang signifikan sebesar 207,86%, dari Rp1.977 juta pada Q1-2025 menjadi Rp6.088 juta pada Q1-2026.
- Efisiensi Beban: Harga Pokok Penjualan (HPP) berhasil ditekan hingga 57,01%, turun menjadi Rp1.299 juta dari sebelumnya Rp3.027 juta.
- Penguatan Modal: Total modal Perseroan melonjak tajam dari Rp5.716 juta pada Q1-2025 menjadi Rp2.062 juta laba kotor terkonsolidasi pada Q1-2026.
Ekspansi Masif Infrastruktur Hijau
Dalam acara paparan publik tersebut turut dihadiri Direksi PT Green Power Group Tbk yakni Chen Xiaoxiao (Direktur Utama), Wahyu Eka Saputra (Direktur), Kurnia Ngatimin (Direktur), memaparkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh berjalannya operasi empat anak perusahaan baru secara optimal, yaitu PT Green Power Battery (GPB), PT Sustainable Energy Development Trading (SEDT), PT Green Power Precision Indonesia (GPPI), dan PT Aceh Mineral Abadi (AMA).
Hingga saat ini, melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis, unit bisnis transportasi listrik Perseroan telah berhasil menyalurkan armada roda tiga sebanyak 65 unit. Perseroan juga memperluas jaringan dengan menempatkan 10 unit kabinet penggantian baterai pintar (smart battery swapping) yang terintegrasi penuh dalam jaringan ekosistem transportasi hijau.
“Kami terus bergerak agresif mengamankan posisi terdepan di sektor energi bersih Indonesia. Fokus kami ke depan adalah memperkuat manajemen risiko dan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) untuk memastikan seluruh ekspansi pabrik, kerja sama pasokan komponen drone, hingga penetrasi pasar ke wilayah potensial seperti Aceh berjalan dengan aman dan berkelanjutan,” jelas manajemen PT Green Power Group Tbk di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Ke depan, LABA berkomitmen penuh menjaga pertumbuhan profitabilitas secara konsisten, memperkuat manajemen operasional, dan menghadirkan inovasi teknologi yang mampu menjawab tuntutan pasar dekarbonisasi di tanah air.(Red)



















