Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
APOLEKSOSBUDEkonomi

Montik Dewi Rahayu Menilai HIPPI Memiliki Peluang Besar Untuk Menjadi Wadah Yang Mempertemukan Berbagai Potensi Pengusaha Daerah

2775
×

Montik Dewi Rahayu Menilai HIPPI Memiliki Peluang Besar Untuk Menjadi Wadah Yang Mempertemukan Berbagai Potensi Pengusaha Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pilarnkri.com

 

Example 300x600

Jakarta, – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 atau Ulang Tahun Emas HIPPI menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antardaerah dalam mengembangkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada 12 Oktober 2026 di Djakarta Theater Ballroom, Jakarta, tersebut dihadiri jajaran pengurus dan perwakilan HIPPI dari berbagai daerah. Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, Rakernas ini juga menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, menyatukan visi, serta merumuskan langkah nyata dalam meningkatkan daya saing pengusaha pribumi.

Ketua DPD HIPPI Kalimantan Timur, Dokter Montik Dewi Rahayu, dalam wawancara dengan awak media menyampaikan bahwa keberagaman potensi yang dimiliki setiap daerah merupakan kekuatan besar yang perlu disatukan melalui kolaborasi.

Menurutnya, setiap daerah mempunyai karakteristik, keunggulan, dan potensi ekonomi yang berbeda. Karena itu, diperlukan semangat saling melengkapi agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara bersama-sama dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda-beda. Bagaimana kita bisa saling melengkapi satu sama lain, berkolaborasi, dan bersatu sehingga bersama-sama mampu membuat UMKM naik kelas,” ungkap Dokter Montik Dewi Rahayu.

Ia menilai, HIPPI memiliki peluang besar untuk menjadi wadah yang mempertemukan berbagai potensi pengusaha daerah. Melalui jaringan organisasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, para pelaku usaha dapat saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang kerja sama yang lebih produktif.

Lebih lanjut, Dokter Montik berharap Rakernas ke-III tidak hanya menghasilkan berbagai gagasan dan wacana, tetapi juga mampu melahirkan program kerja yang dapat direalisasikan secara konkret.

Baginya, keberhasilan sebuah forum nasional tidak semata-mata diukur dari banyaknya pembahasan dan rekomendasi yang dihasilkan, melainkan dari sejauh mana hasil kesepakatan tersebut dapat diwujudkan menjadi program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Harapan saya, apa yang kita bicarakan, diskusikan, dan wacanakan dalam Rakernas ini benar-benar bisa terlaksana secara konkret. Sehingga pada Rakernas berikutnya kita sudah bisa naik kelas, naik level lagi, dan mengembangkan program-program yang lebih nyata serta bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dokter Montik juga menekankan pentingnya kesinambungan program organisasi agar setiap hasil Rakernas dapat menjadi landasan bagi pengembangan HIPPI ke depan. Dengan demikian, setiap pertemuan nasional tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menghasilkan kemajuan yang terukur.

Momentum peringatan HUT ke-50 HIPPI pun diharapkan menjadi titik penguatan komitmen seluruh jajaran organisasi untuk semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan dunia usaha yang terus berkembang.

Memasuki usia emas, HIPPI diharapkan semakin memperkuat perannya dalam membangun ekosistem kewirausahaan nasional, khususnya melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan potensi ekonomi daerah, serta perluasan kolaborasi antarpengusaha.

Pesan yang disampaikan Ketua DPD HIPPI Kalimantan Timur tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan UMKM tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan persatuan, kolaborasi, dan komitmen bersama agar keunggulan setiap daerah dapat saling melengkapi dan menjadi kekuatan ekonomi nasional.

Melalui semangat Ulang Tahun Emas HIPPI, kolaborasi antardaerah diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan di meja Rakernas, tetapi benar-benar diwujudkan menjadi gerakan nyata untuk membawa UMKM Indonesia semakin maju, mandiri, berdaya saing, dan naik kelas.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *