15 Tahun Bikers For Christ Indonesia: Bukan Sekadar Riding, Tetapi Panggilan untuk Mengasihi dan Menjadi Berkat.
JAKARTA, Pilarnkri.com
Lima belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Bikers For Christ Indonesia (BFCI), perjalanan selama 15 tahun bukan sekadar tentang deru mesin, touring, konvoi, persaudaraan dan jaket komunitas. Ada cerita tentang kasih karunia Tuhan, doa, perjuangan, pelayanan, persahabatan, bahkan berbagai tantangan yang harus dilewati bersama.
Semangat itulah yang terasa dalam perayaan HUT ke-15 Bikers For Christ Indonesia (BFCI) yang digelar pada 8 Agustus 2026 di Jakarta.
Menariknya, perayaan ulang tahun kali ini tidak langsung dimulai dengan seremoni dan tiup lilin. Para bikers justru diajak terlebih dahulu mengunjungi Museum Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BFCI untuk terus memperkaya wawasan dan kecintaan terhadap Alkitab sebagai dasar kehidupan iman.
Setelah mendapatkan wawasan tentang sejarah dan perjalanan Alkitab, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan dengan konvoi bersama menuju Gedung Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI), Jalan Penataran No. 10, Menteng, Jakarta Pusat.
Suasana jalanan pun menjadi bagian dari cerita tersendiri. Deretan motor dan para bikers yang melaju bersama seakan menjadi gambaran perjalanan BFCI selama 15 tahun: berbeda karakter, berbeda jenis motor, tetapi memiliki satu tujuan—melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.
Bukan Karena Hebat, Tetapi Karena Kasih Karunia
Puncak pengucapan syukur HUT ke-15 BFCI berlangsung penuh sukacita sekaligus refleksi. Salah satu momen yang paling mendapatkan perhatian adalah khotbah yang disampaikan Ferdo Raturandang, Ketua Umum BFCI, dengan tema “Sebab Karena Kasih Allah”, yang berangkat dari 1 Korintus 15:10.
Pesan yang disampaikan Ferdo terasa sangat dekat dengan perjalanan BFCI.
BFCI ada bukan semata-mata karena kemampuan manusia. BFCI bisa bertahan, bertumbuh dan terus melayani selama 15 tahun karena kasih karunia Allah.
“Kalau hari ini BFCI masih berdiri setelah 15 tahun, bukan karena kita hebat. Semuanya karena kasih karunia Allah,” menjadi semangat utama yang mewarnai pesan tersebut.
Dari refleksi perjalanan 15 tahun itu, Ferdo mengajak seluruh bikers melihat sedikitnya tiga hal penting yang harus terus menjadi pegangan BFCI.
Pertama, Visioner: Mengasihi Tuhan dan Sesama
Visi BFCI harus tetap berakar pada firman Tuhan, khususnya Matius 22:37-39: mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi serta mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Karena itu, perjalanan BFCI tidak boleh berhenti hanya pada aktivitas riding atau berkumpul bersama.
BFCI harus kuat berakar, bertumbuh dan berbuah.
Motor boleh terus berjalan, tetapi kehidupan iman para bikers juga harus terus bergerak maju.
Kedua, Strategi: Doa, Daya dan Dana
Pelayanan membutuhkan strategi. Semangat saja tidak cukup. BFCI membutuhkan Doa, Daya dan Dana.
Doa menjadi fondasi, daya menjadi kekuatan untuk bergerak, sedangkan dana menjadi salah satu sarana untuk mewujudkan berbagai pelayanan.
Ferdo mengingatkan pentingnya berhikmat dalam mengambil setiap langkah melalui Amsal 14:15, bahwa orang cerdik mempertimbangkan setiap langkahnya.
Namun seluruh perencanaan itu tetap harus diserahkan kepada Tuhan. Amsal 16:3 mengingatkan agar setiap perbuatan diserahkan kepada Tuhan sehingga rencana dapat terlaksana sesuai kehendak-Nya.
Dengan kata lain, berdoa bukan berarti berhenti bergerak, dan bergerak bukan berarti melupakan doa.
Ketiga, Peluang Besar: Ladang Sudah Menguning
BFCI juga melihat bahwa masih terbuka begitu banyak peluang untuk melayani.



















