Paska Covid-19 Akan Muncul Sistem Ekonomi Dunia Baru

0
170

Paska Covid-19 Akan Muncul Sistem Ekonomi Dunia Baru

 

Dili, Pilarnkri.com

 

“Sebagai dampak dari pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan negatif,” ujar Rektor Universitas Dili, Timor-Leste Dr. Jose Agostino Belo ketika membuka Seminar Internasional yang bertemakan “Pandemic COVID 19 and International Economics“ (12/6).

Partogi J. Samosir Ph.D (Direktur Center for European Union Studies yang berkedudukan di Jakarta), dan Sertaj Alam Ph.D (Public Financial Management, FreeBalance Inc.) menjadi pembicara pada Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Dili, Timor-Leste tersebut.

“Saya memprediksi, pasca Pandemi Covid-19 ini, akan lahir sistem ekonomi dunia baru menggantikan neoliberalisme dan kapitalisme. Sistem ekonomi baru itu adalah ekonomi moral untuk kemakmuran yang inklusif. Tujuan sistem ekonomi baru tersebut adalah ekonomi berkeadilan. Pemerintah tetap fokus pada pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, bukan sekadar pertumbuhan yang tinggi,” tutur Partogi J. Samosir Ph.D dalam pemaparannya.

“Sistem ekonomi baru pasca Covid-19 adalah sebuah ekonomi pasar yang terkendali, sebuah sistem ekonomi pasar yang tetap menjunjung tinggi peranan rakyat melalui pemerintah. Pasar dimaknai sebagai resultante relasi sosial dari kontestasi antara kekuasaan dan modal. Sistem ekonomi baru tersebut tidak bersifat etatisme. Negara hadir justru untuk melindungi pelaku ekonomi itu sendiri baik itu produsen, distributor, maupun konsumen dalam pusaran pasar itu sendiri. Negara hadir untuk membantu pelaku pasar yang lemah dan terlemahkan. Negara tidak membiarkan pasar dikuasai oleh pemodal besar,” jelas Direktur Center for European Union Studies (CEUS) yang berkedudukan di Indonesia tersebut.

Sistem ekonomi pasca Covid-19 tersebut mementingkan distribusi akses ekonomi yang adil bagi seluruh umat manusia yang dilandasi oleh nilai-nilai moral dan etik dan pertanggungjawaban kepada Allah.

Menjawab pertanyaan tentang pertumbuhan yang berkualitas, Samosir memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dapat dinikmati oleh masyarakat. Bukan sekadar angka statistik yang jadi tujuan, tetapi mesti mampu menciptakan lapangan kerja serta menurunkan kemiskinan.

Pakar manajemen keuangan Sertaj Alam Ph.D menjelaskan bahwa istilah “efisiensi” dalam perekonomian berorientasi pada maximum gain dan maximum satisfaction. Inilah paham liberalisme yang beroperasi melalui laissez-faire. Laissez-faire membuka jalan bagi pasar untuk menggusur menggusur orang miskin, dan bukan menggusur kemiskinan.

“Pasca kejatuhan ekonomi kapitalis, paham neoliberalisme telah mendapat tentangan, baik secara moral maupun teoretikal, di dalam perkembangan ilmu ekonomi baru. Kejatuhan ini terjadi pula pada paham fundamentalisme pasar. Semakin terlihat bahwa mekanisme pasar sarat dengan berbagai ketidakmampuan untuk mendukung demokrasi ekonomi, cita-cita pemerataan, dan keadilan. daya belinya,” ujar warga negara Pakistan ini.

Penulis : Poetra Achock Haekal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here