Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
EkonomiFeatured

Kementerian PPN/Bappenas Gelar Kick Off Penyusunan KLHS RPJPN 2025-2045

118
×

Kementerian PPN/Bappenas Gelar Kick Off Penyusunan KLHS RPJPN 2025-2045

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pilarnkrri.com

 

Example 300x600

Jakarta, Co founder Nusantics, Sharlini Eriza Putri turut menghadiri acara tersebut yang bertemakan Penjaringan Isu Pembangunan Berkelanjutan yang bertempat di kantor Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta. Ia menjelaskan kepada awak media, “Dalam hal ini saya bukan tim RPJPN akan tetapi kalau kita membicarakan biodiversity ngga hanya gajah, harimau, singa yang besar – besar justru komponen biodiversity yang kecil-kecil yang tidak kelihatan seperti bakteri, virus, jamur dan mereka itu ada di badan kita dan ada ditanah,” ucapnya.

Sharlini melanjutkan, lalu disini pesannya juga konsisten “biodiversity bervariasi dan seimbang sudah tentu imunitas kita bagus”, sekarang pola hidup kita bisa dibilang tidak teratur karena hidup di kota makanan yang terbatas dan biodiversity micro organisme ditubuh kita hilang, karena menghilang imunitas menjadi menurun(tidak bagus),”
ujarnya.

Co founder Nusantics itu mengatakan, “Hal seperti ini di Indonesia ada banyak spesiesnya, kita harus berorientasi biodiversity sebagai obat atau solusi untuk mengatasi masalah kesehatan setiap orang didunia. Oleh sebab itu menjaga biodiversity memang harus dilakukan untuk mendapatkan value, bukan hanya himbauan yang bisa memberatkan bisnis”, imbuhnya.

Masih menurut Co founder Nusantics, Sharlini Eriza Putri, “Apabila kita mau buka lahan yang masih alami, apapun itu mau ibukota, atau hutan produksi dll, kita harus bisa mapping yang hidup di wilayah itu apa saja, selama ini kita tidak mengetahui yang hidup disitu apa aja akan tetapi dengan adanya Genomics tools kita bisa mengetahui ada spesies apa saja yang hidup disana jadi tiap tahun kita bisa monitor perkembangan biodiversity di wilayah tersebut”, tukasnya.

Harapannya simple aja, industri bioteknologi didukung pemerintah, sebagai contoh banyak orang yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah setelah lulus mau pulang ke Indonesia ga bisa karena tidak ada lapangan pekerjaan, jadi harapan saya industri bioteknologi betul-betul dibangun dengan serius karena dengan itu biodiversity termanfaatkan dan talent kita ada lapangan pekerjaan,” pungkas Co founder Nusantics, Sharlini Eriza Putri.

(Tim)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *