Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
APOLEKSOSBUDEkonomi

ASPEBINDO Gandeng ISMI DKI Jakarta Untuk Eksekusi Sistem Pengelolaan Sampah DKI Jakarta Jadi Energi Secara Masif

1784
×

ASPEBINDO Gandeng ISMI DKI Jakarta Untuk Eksekusi Sistem Pengelolaan Sampah DKI Jakarta Jadi Energi Secara Masif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pilarnkri.com

 

Example 300x600

Jakarta,- Asosiasi Pemasok Energi Bersih dan Terbarukan Indonesia (ASPEBINDO) menggandeng Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) DKI Jakarta untuk mengeksekusi sistem pengelolaan sampah DKI Jakarta jadi energi secara masif. Langkah strategis ini menargetkan volume sampah ibu kota yang kini rata-rata mencapai 8.400 ton per hari.

Kolaborasi tersebut dinilai krusial mengingat DKI Jakarta tidak memiliki lahan pertanian maupun perkebunan yang luas, sehingga pemanfaatan sampah organik perkotaan dan agro-organik menjadi opsi paling rasional untuk mewujudkan ketahanan energi lokal.

Strategi tersebut dipaparkan langsung oleh Wakil Ketua Umum ASPEBINDO, Hadi Nainggolan, dalam acara Eco-Socio Taqwa bertajuk “Membangun Peradaban Berkelanjutan Lewat Green Property dan Energi Bersih Berbasis Sociopreneurship” yang digelar ISMI DKI Jakarta di Jakarta pada Rabu (15/7/2026). Pihaknya berkomitmen melanjutkan cetak biru pemilahan sampah rumah tangga yang sebelumnya telah diinisiasi oleh Ketua Orwil ISMI DKI Jakarta, Rhesa Yogaswara, S.Si., M.M., M.F.

Menangkap Peluang Ekonomi B50 dan Bioetanol Nasional

Selain berfokus pada pengolahan limbah perkotaan, Hadi mengatakan, ASPEBINDO turut mendorong para kader ISMI Jakarta untuk terlibat aktif dalam hilirisasi komoditas hayati pasca-peluncuran kebijakan B50 oleh Presiden Republik Indonesia lima hari yang lalu. Kebijakan bahan bakar dengan bauran 50 persen minyak kelapa sawit (CPO) ini dinilai menjadi tonggak baru kemandirian energi nasional.

Tidak sebatas biodiesel, ASPEBINDO kini tengah mengawal akselerasi pemanfaatan bioetanol berbasis jagung dan singkong untuk sektor bahan bakar bensin. Program E5 dan E10 yang dicanangkan Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia ditargetkan menjadi fondasi transisi energi terstruktur menuju target jangka panjang E50.

Bisnis Biomassa dan Visi Sociopreneurship Muslim

Sektor lain yang dinilai potensial adalah inovasi biomassa. Pemanfaatan material sisa seperti bonggol jagung, sekam padi, serbuk kayu (sawdust), hingga cangkang kemiri kini telah terintegrasi sebagai pasokan resmi untuk PLN IP maupun korporasi energi lainnya. Hadi menegaskan bahwa orientasi bisnis ini tidak sekadar mencari profit, melainkan manifestasi dari nilai ketakwaan dalam menjaga kelestarian alam semesta.

“Menjaga alam semesta, menjaga keseimbangan alam lingkungan kita ini juga bagian dari jihad fisabilillah untuk menjaga lingkungan kita,” ujar Hadi.

Sebagai langkah konkret koordinasi industri, ikhtisar ekosistem ini akan dibahas secara komprehensif dalam ajang nasional ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 mendatang.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *