Pilarnkri.com
Jakarta – Energy Leadership & Business Conference 2026 bertema “Empowering Leader, Enabling Zero Emission” pada hari Jumat (30/10/2026) di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo Gedung BJ Habibie BRIN Jalan Thamrin Jakarta Pusat, menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong percepatan transisi energi baru terbarukan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.
Hal tersebut disampaikan Eka Lestari Sinaga, Ketua Bidang V Transisi Energi Baru Terbarukan, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan DPP ASPEBINDO, saat diwawancarai awak media dalam kegiatan Energy Leadership & Business Conference 2026 yang berlangsung hingga 31 Oktober 2026.
Eka menjelaskan, salah satu tujuan utama penyelenggaraan konferensi ini adalah mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, akademisi, mahasiswa, hingga tokoh-tokoh nasional yang memiliki perhatian dan kompetensi di bidang energi.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam forum tersebut memiliki arti strategis. ASPEBINDO tidak hanya ingin menghadirkan ruang diskusi bagi para pelaku industri dan pengambil kebijakan, tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu menjadi penerus pembangunan sektor energi Indonesia.
“Kenapa mahasiswa juga kami libatkan? Karena ASPEBINDO, khususnya melalui bidang yang saya pimpin, ingin melahirkan anak-anak muda yang nantinya bisa melanjutkan keberlanjutan sektor energi. Kami ingin generasi muda memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap persoalan energi, krisis iklim, serta kerusakan lingkungan, sehingga ke depan dampaknya bisa kita minimalkan,” ungkap Eka.
Ia menegaskan, tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan membutuhkan langkah nyata serta keterlibatan semua pihak. Karena itu, pemanfaatan energi yang lebih efisien, pengembangan energi baru terbarukan, serta pengurangan ketergantungan terhadap sumber energi yang menghasilkan emisi tinggi harus menjadi perhatian bersama.
Dalam konferensi tersebut, sejumlah pembahasan mengenai pemanfaatan energi, termasuk gas dan minyak, turut menjadi perhatian. Eka menilai, pengelolaan sumber daya energi harus dilakukan secara bijak, terukur, dan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan mengacu pada arahan serta kebijakan pemerintah.
Ia juga mengapresiasi kehadiran tokoh-tokoh nasional yang memberikan pandangan dan arahan dalam kegiatan tersebut, termasuk Ketua MPR RI, Dr. Edi Sumpono, serta perwakilan Dewan Energi Nasional, Sahat Sinaga.
Eka turut menyinggung sosok Sahat Sinaga yang merupakan kakeknya sekaligus Ketua Dewan Sawit Indonesia. Menurutnya, pengalaman dan pemikiran Sahat Sinaga dalam sektor industri dan pemerintahan, termasuk pengalamannya sebagai tenaga ahli di lingkungan Kementerian BUMN, menjadi inspirasi dalam mendorong inovasi dan kebijakan pembangunan energi nasional.
“Beliau memiliki banyak pemikiran dan inovasi yang selama ini menjadi salah satu referensi dalam pengembangan kebijakan pemerintah. Sebagai cucunya, tentu saya juga ingin meneruskan semangat dan pemikiran positif tersebut, khususnya dalam mendorong keberlanjutan energi dan kepedulian terhadap lingkungan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Eka mengungkapkan bahwa konferensi ini menjadi pengalaman perdana bagi dirinya dalam menjalankan peran sebagai ketua pelaksana kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan ASPEBINDO. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menjadi ruang kaderisasi bagi generasi berikutnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan, melainkan juga dari kemampuan membangun regenerasi kepemimpinan dan melahirkan kader-kader yang siap melanjutkan program serta gagasan organisasi.
“Saya berharap melalui kegiatan ini bisa melakukan kaderisasi, termasuk mempersiapkan ketua pelaksana berikutnya agar dapat meneruskan kegiatan dan semangat yang sudah dibangun. Ini menjadi bagian penting dari keberlanjutan organisasi,” jelasnya.
Eka juga menyampaikan bahwa sekitar 85 persen pembicara yang dihadirkan dalam konferensi tersebut berasal dari kalangan tokoh nasional. Hal ini menunjukkan keseriusan ASPEBINDO dalam menghadirkan forum yang berkualitas, mempertemukan pemikiran strategis, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Menutup keterangannya, Eka berharap hasil pembahasan dalam Energy Leadership & Business Conference 2026 dapat ditindaklanjuti melalui implementasi kebijakan dan aturan pemerintah, termasuk mengadopsi berbagai praktik baik dari negara lain yang relevan dengan kondisi Indonesia.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini seluruh pihak semakin teguh dan konsisten dalam mengimplementasikan aturan serta kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Bahkan, praktik-praktik baik dari luar negeri yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia juga bisa kita terapkan. Tujuan akhirnya adalah bagaimana kita mampu menekan dampak perubahan iklim dan meminimalkan kerusakan lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang,” pungkasnya.
Melalui konferensi ini, ASPEBINDO diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah kolaborasi strategis dalam mendorong transformasi energi nasional, sekaligus membangun kepemimpinan generasi muda yang memiliki wawasan, inovasi, dan komitmen terhadap masa depan energi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.



















